top of page
Search
  • Writer's pictureAuliya R.R

Apa Itu Healing Enviroment Pada Desain Arsitektur

Apa Itu Healing Enviroment Pada Desain Arsitektur


moss.amsterdam

Menurut Purisari (2016), healing adalah proses membangun kembali harmoni dalam diri individu dan merupakan hubungan timbal balik antara individu dengan lingkungan sekitar, keluarga, masyarakat, dan semangat hidup. Menurut Kurniawati (2007) faktor lingkungan merupakan pemegang peran paling besar dalam proses penyembuhan manusia, dengan presentase sebesar 40%, sedangkan faktor genetis hanya 20%, faktor medis hanya 10%, dan 30% sisanya dari faktor lain. Dari beberapa pengertian mengenai konsep healing environment tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa proses penyembuhan bukan hanya dari faktor medis saja, namun faktor lingkungan justru memiliki peranan yang lebih penting dalam mempercepatnya proses penyembuhan.


Menurut Lidayana, dkk (2013) terdapat tiga aspek pendekatan yang dapat digunakan dalam mendesain konsep healing environment,yaitu alam, indra manusia, dan psikologis. Menurut Bloemberg, dkk (2009) arsitektur tidak dapat menyembuhkan, tetapi dapat menyediakan lingkungan yang mendukung orang untuk menurunkan tingkat stres atau gejala penyakit lainnya.


Dalam laporan Healing Environment in Radiotherapy dalam Bloemberg, dkk (2009) disebutkan terdapat beberapa komponen fisik lingkungan yang terbukti mempengaruhi kesehatan pasien, pengunjung dan pengelola.


Berikut adalah fakto-faktor fisik tersebut :

1. Pencahayaan

Bloemberg, dkk (2009) mengungkapkan bahwa The Coalition for Health Environment Research (2004) merekomendasikan pencahayaan tidak langsung (indirect lighting) yang hangat, karena dapat menciptakan suasana lingkungan yang lebih alami dan menyenangkan.


2. Penghawaan

Bloemberg, dkk (2009) mengatakan bahwa kualitas udara dalam ruangan berdampak signifikan terhadap manfaat kesehatan. Van Den Berg (2005), menambahkan bahwa tingkat udara dalam ruangan harus diperbarui per unit waktu. salah satu cara penting untuk menyediakan udara segar adalah melalui ventilasi.


3. Aroma

Bloemberg, dkk (2009) mengatakan bahwa Aroma yang wangi dipersepsikan bisa menyenangkan perasaan seseorang sehingga hal tersebut dapat menurunkan kecemasan, sedangkan aroma yang tidak enak bisa merangsang kecemasan, ketakutan, dan stres.


4. Taman dan Ruang Luar

Bloemberg, dkk (2009) menunjukkan bahwa orang dewasa yang sedang mengalami stress atau depresi, lebih memilih merasakan pemandangan alam dari pada merasakan lingkungan perkotaan, seperti pergi ke tempat alami di luar ruangan dapat membantu orang merasa lebih baik.


5. Alam pada Ruang Dalam

Elemen alam seperti tanaman atau akuarium didalam ruangan adalah solusi sederhana untuk menghadirkan alam di dalam ruangan. Menurut Bloemberg, dkk (2009) selain memiliki pengaruh langsung terhadap kualitas udara, tanaman dalam ruangan juga dapat mempengaruhi kesehatan mekanisme psikologis, seperti perbaikan suasana hati atau pengurangan stres dan rasa sakit.


6. Kebisingan, Ketenangan, dan Musik

Bloemberg, dkk (2009) menyelidiki bagaimana kebisingan mempengaruhi suasana hati pasien dalam rumah sakit dan menemukan suara dengan tingkat atas 60dB memberikan efek negatif bagi istirahat dan pola tidur pasien.


7. Tata Ruang

Bloemberg, dkk (2009) mengungkapkan bahwa pasien dirumah sakit harus dapat menemukan jalan secara relatif mudah, karena perasaan tersesat cenderung menimbulkan perasaan cemas.


8. Suasana yang Seperti Rumah

Bloemberg, dkk (2009) berpendapat bahwa penting untuk merancang lingkungan rumah sakit dengan gaya rumahan, sehingga orangorang merasa lebih akrab dengan suasananya dan menghilangkan presepsi bahwa mereka sebenarnya sedang berada di rumah sakit.


9. Seni dan Selingan Positif

Seni dan dekorasi dapat meningkatkan nilai estetika pada lingkungan sehingga menimbulkan keceriaan pada lingkungan. Bloemberg, dkk (2009) merekomendasikan penggunaan gambar wajah bahagia untuk memberikan efek ceria pada lingkungan tersebut.


10. Warna

Bloemberg, dkk (2009) menyarankan penggunaan warna-warna cerah untuk meningkatkan suasana hati yang positif. Bloemberg juga menyatakan bahwa penggunaan warna primer secara khusus dapat menenangkan dan membantu memperbaiki istirahat seseorang.


Itulah pembahasan mengenai Healing Enviroment yang dapat digunakan sebagai konsep desain pada bangunan.




Kami melayani Jasa Desain dan Konstruksi untuk proyek Arsitektur, Interior dan Furniture secara offline maupun online untuk seluruh Kota di Indonesia.

Untuk info pemesanan dan konsultasi desain silakan hubungi kami:

Telephone : 021 5083 5525

Call/WA : 082190007017 / 081282868677

LinkedIn : Studio7 Design and Build

Instagram : studio7.co.id

Email : info@studio7.co.id




0 comments
  • TikTok
  • Whatsapp
  • LinkedIn
  • Instagram
  • Twitter
  • Facebook
bottom of page