top of page
Search
  • Writer's pictureAuliya R.R

Melihat Kawasan Pecinan Glodok

Melihat Kawasan Pecinan Glodok


Citra Glodok lebih dikenal sebagai pusat perdagangan, kumuh, banyak pedangang kaki lima, daerah kemacetan, diasosiasikan dengan masyarakat ekonomi menengah ke bawah. Kekumuhan dan ketidaknyamanan membuat gambaran Pecinan Glodok jauh dari bayangan kawasan cagar budaya. Banyak masyarakat yang tidak menyadari bahwa Pecinan Glodok merupakan bagian dari tujuan Wisata Kota Tua. Penanda-penanda yang ada tidak memperlihatkan bahwa ini sebuah situs yang dilindungi dan sebagai tujuan Wisata Budaya. Glodok telah berkembang menjadi pusat perekonomian, yang dalam perjalannya banyak menghancurkan penanda-penanda penting Cagar Budaya. Konservasi yang baik harusnya bisa dilakukan, seperti di Shanghai atau kota-kota besar Eropa seperti Milan dan Roma yang mampu mempertahankan bentuk facade kota tuanya seiring menjadikannya sebagai pusat perekonomian. Di kawasan Pecinan Glodok banyak sekali bangunan khas Tionghoa yang sudah hancur atau hilang digantikan bangunan-bangunan dengan tampilan modern.

Pecinan Glodok

Meminjam teori perencanaan urban Kevin A. Lynch, maka tata ruang Glodok bisa dibenahi melalui 5 elemen berikut:

  1. Path. Jalur pada kawasan pecinan Glodok saat ini tidak mendukung untuk suatu perjalanan wisata. Mobil, motor, becak dan pejalan kaki berdesak-desakan di jalan yang sama. Tidak adanya wayfinding yang jelas membuat orang sulit untuk menelusuri kawasan ini. Diperlukannya sebuah sign system sebagai penunjuk lokasi dan objek-objek cagar budaya agar mudah ditemukan. Perancangan ‘wayfinding’ yang baik akan membuat sirkulasi penelusuran kawasan efektif dan terhidar dari potensi titik-titik simpul kepadatan.

  2. Untuk memperjelas kawasan Pecinan maka perlu dibuatkan batas yang jelas. Dalam hal ini penggunaan Gerbang Masuk kawasan merupakan hal yang paling efektif. Saat ini Gerbang hanya ada di gang-gang kecil pemukiman.

  3. Pada kawasan Pecinan Glodok setiap wilayah cagar budaya , seperti pasar petak sembilan, jalan Kemenangan 3 perlu diperkuat identitas dan karakteristiknya dengan fungsi yang spesifik di masing-masing wilayah. Hal ini dilakukan agar identifikasi wilayah yang lebih cepat dan mudah bagi pengunjung.

  4. Titik -titik berkumpul belum terlihat ada saat ini. Ruang terbuka diperlukan agar menjadi muara dan tempat berkumpul sehingga sirkulasi juga menjadi baik.

  5. Saat ini yang bisa dianggap landmark di kawasan ini adalah Harco electronic dengan jembatan penghubung ke Pasar Glodok. Dua-duanya merupakan gedung modern yang lebih dekat sebagai landmark pusat perekonomian bukan sebagai landmark Pecinan. Sebuah landmark harus mudah dikenali dan dilihat dari kejauhan, Gerbang Utama masuk kawasan bisa menjadi solusi.


Tata ruang dalam kawasan Pecinan Glodok terbentuk dalam kondisi represi. ‘Kesemerawutan’ yang terjadi menjadi simpul-simpul yang sulit diurai. Penanda-penanda sebagai fungsi ‘tata kota’ dan penanda-penanda sebagai identitas ‘cagar budaya’ harus mulai diperhatikan dengan serius agar cap ‘Cagar Budaya’ yang telah dicanangkan pemerintah menjadi sesuai.



Kami melayani Jasa Desain dan Konstruksi untuk proyek Arsitektur, Interior dan Furniture secara offline maupun online untuk seluruh Kota di Indonesia.

Untuk info pemesanan dan konsultasi desain silakan hubungi kami:

Telephone : 021 5083 5525

Call/WA : 082190007017 / 081282868677

LinkedIn : Studio7 Design and Build

Instagram : studio7.co.id

0 comments
  • TikTok
  • Whatsapp
  • LinkedIn
  • Instagram
  • Twitter
  • Facebook
bottom of page